Jumat

Bapak sedang membaca koran Ibu sedang memasak

Judul diatas tak asing untuk telinga kita pada masa kita belajar membaca di sekolah dasar, mengapa bapak di letakkan pada peran yang nyantai sedang ibu tidak? hal ini kayaknya telah ditanamkan pada pendidikan sejak dini tanpa disadari oleh pendidik atau pengajar disekolah di masa kecil. Benarkah perbedaan ini yang melatarbelakangi karakter antara pria dan wanita?

Bagi ku memang, pria dan wanita itu berbeda, tapi bukan menunjukan mana yang superior dan mana yang inferior. Perbedaan itu menunjukan keunikan yang pada istimewa pada keduanya. Perbedaan gender bukanlah semata pengaruh lingkungan atau ekspetasi sosial. Melainkan pengaruh genetik yang memang sudah ada sejak perkembangannya di dalam rahim ibunya. Ini sama halnya dengan perbedaan hormon yang dimiliki keduanya. Tak heran jika anak laki-laki diberi maian boneka , maka yang terjadi bukannya  bermain, malahan ia mencabut bagian-bagian boneka itu dan beralih pada mainan mobil-mobilan. Sebaliknya anak perempuan akan  memilih boneka dan bahkan mengajak benda mati itu berbicara bagaikan ibu yang menimang bayinya.

Perbedaan gender juga nampak pada gaya komunikasi. Umumnya pria berbicara untuk menyampaikan informasi atau laporan (report talk). Fokus pembicaraan seorang pria adalah pada pemecahan masalah, pemaparan fakta , goal oriented dan sedikit brtanya untuk meminta bantuan atau petunjuk. pPria juga cenderung kompetitif. saat berkumpul, pria suka bercakap-cakap tentang berbagai benda, bisnis, olahraga, makanan atau apapun yang membuatnya bisa tampil ok.

Berbeda dengan kaum pria, perempuan biasanya cenderung lebih suka berbicara tentang orang, seperti anak, keluarga, rekan kerja atau siapapun yang bisa dijadikan sebagai bahan perbincangan. Itulah sebabnya wanita suka senang mengungkapkan perasaannya, relationship oriented dan dengan cepatnya bertanya untuk memperoleh bantuan atau petunjuk. Mereka berbicara untuk mendapatkan informasi dan untuk menjalin hubungan (raport talk).

Apakah ada perbedaan otak pria dan wanita?
Otak pria sangat spesialisasi, menggunakan bagian spesifik pada satu hemisfer atau lainnya untuk menyelesaikan tugas spesifik. Sementara otak wanita lebih diffuse dan menggunakan porsi yangsignifikan pada kedua belahan hemisfer untuk tugas beragam. Wanita melihat sesuatu dalam gambaran yang luas dan detail, mampu membagi perhatiannya pada variasi tugas dan aktivitas.

Seorang pria sepulang kerja ingin dia lebih rilek dia duduk dikursi sambil membaca koran dan setidaknya tidak peduli dengan sekelilingnya, hal ini karena otaknya bekerja spesifik pada satu hal. Tetapi istrinya bisa melakuka yang berbeda , sambil menyeduh teh sang istri mengobrol dengan temanya melalui telpon genggamnya dan secara mendadak ia berbicara pada suami. Hal ini sangat biasa bagi wanita, karena otaknya bisa bekerja dalam satu bersamaan.

Otak wanita memungkinkannya melakukan banyak tugas yang saling berhubungan dalam waktu tertentu, sebaliknya pria seakan otaknya memiliki filling kabinet yang khusus untuk menempatkan masing-masing "file". Pria cenderung melakukan suatu pekerjaan dalam satu waktu tertentu. Pria bisa melakukan sesuatu tanpa melibatkan perasaannya, tetapi wanita tidak demikian. Wanita bisa sangat terlibat secara emosional ketika melakukan sesuatu sehingga dalam waktu yang bersamaan dia akan melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.

Melihat beberapa perbedaan kaum adam dan Kaum Hawa diatas, akan memunculkan masalah sekaligus kesempatan. Masalah muncul kalau perbedaan dipertentangkan dan ego menjadi panglima, tetapi perbedaan tersebut justru menjadi kesempatan besar jika keduanya saling bersinergi membangun bersama-sama. Keluarga adalah adalah tempat pertama diman Tuhan memberi tempat agar terjadi suatu sinergi yang harmonis antara pria dan wanita untuk mempersiapkan generasi yang perkasa di bumi ini.

Kegagalan dalam banyak pernikahan terjadi karena suami istri mengedepankan egonya masing-masing dan menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik. akibatnya sangat fatal, anak-anak yang akan terkena dampak buruk dan akhirnya menjadi generasi yang lemah dan terluka.