Jumat
Bapak sedang membaca koran Ibu sedang memasak
Bagi ku memang, pria dan wanita itu berbeda, tapi bukan menunjukan mana yang superior dan mana yang inferior. Perbedaan itu menunjukan keunikan yang pada istimewa pada keduanya. Perbedaan gender bukanlah semata pengaruh lingkungan atau ekspetasi sosial. Melainkan pengaruh genetik yang memang sudah ada sejak perkembangannya di dalam rahim ibunya. Ini sama halnya dengan perbedaan hormon yang dimiliki keduanya. Tak heran jika anak laki-laki diberi maian boneka , maka yang terjadi bukannya bermain, malahan ia mencabut bagian-bagian boneka itu dan beralih pada mainan mobil-mobilan. Sebaliknya anak perempuan akan memilih boneka dan bahkan mengajak benda mati itu berbicara bagaikan ibu yang menimang bayinya.
Perbedaan gender juga nampak pada gaya komunikasi. Umumnya pria berbicara untuk menyampaikan informasi atau laporan (report talk). Fokus pembicaraan seorang pria adalah pada pemecahan masalah, pemaparan fakta , goal oriented dan sedikit brtanya untuk meminta bantuan atau petunjuk. pPria juga cenderung kompetitif. saat berkumpul, pria suka bercakap-cakap tentang berbagai benda, bisnis, olahraga, makanan atau apapun yang membuatnya bisa tampil ok.
Berbeda dengan kaum pria, perempuan biasanya cenderung lebih suka berbicara tentang orang, seperti anak, keluarga, rekan kerja atau siapapun yang bisa dijadikan sebagai bahan perbincangan. Itulah sebabnya wanita suka senang mengungkapkan perasaannya, relationship oriented dan dengan cepatnya bertanya untuk memperoleh bantuan atau petunjuk. Mereka berbicara untuk mendapatkan informasi dan untuk menjalin hubungan (raport talk).
Apakah ada perbedaan otak pria dan wanita?
Minggu
Deal With Your Trauma
Kamis
Istri atau Suami yang sering Selingkuh?
Selasa
Marah
ya namanya juga manusia, bisa marah :D
Paling sering sih ya ke anak-anak saya...
Ketika ada yang ngotorin lantai yang baru di pel.
Atau ketika sudah saya minta diam karena
saya sedang telepon, tapi tambah kenceng
teriak2 nya...
Ya namanya juga anak-anak ya...
Kalau hal yang membuat saya marah
datang, saya biasanya tarik napas
dalam-dalam...
Minggu
PANGGILAN SEORANG IBU
Rabu
Dengan telanjang aku akan keluar
Untuk dapat menjalani hidup yang berat dengan langkah yang ringan, ibuku selalu memegang filosofi, “Kalau uang habis tidak menjadi masalah, rejeki yang baru akan datang; Kumis yang telah dicukur habis, pasti akan tumbuh kembali!”
Seorang pria keluar dari rumahnya dengan hati yang gusar, ia berjalan tanpa tujuan yang jelas. Kondisi keuangannya sangat sulit karena beberapa saat dia menganggur. Sementara tetangganya sibuk membeli kebutuhan tersiernya, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.
Ketika menyusuri jalanan yang sepi, matanya melihat sebuah koin. Setelah memperhatikan, ternyata itu hanyalah sebuah koin kuno. Ia mengambilnya dan atas anjuran petugas bank yang ditemuinya, ia membawa ke kolektor uang kuno. Kolektor uang kuno membeli koin itu tiga ratus ribu rupiah. Pria itu begitu senang dan memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap uang tersebut. Ketika melewati sebuah toko kayu, ia melihat beberapa lembar kayu berkualitas bagus yang sedang diobral. Dia berniat akan membuat beberapa rak dengan kayu yang akan dibelinya. Kemudian pria itu pulang sambil memanggul kayu tersebut, tetapi langkahnya terhenti waktu melewati sebuah bengkel meubel. Pemilik bengkel itu tertarik dengan kayu yang dibawanya dan bersedia membayar kayu itu seharga lima ratus lima puluh ribu rupiah, atau menukarnya dengan meubel yang sudah jadi. Pria itu kemudian tertarik dengan sebuah lemari yang menurutnya sangat diingini istrinya, dan ia pun memilih untuk menukar kayu tadi dengan lemari. Dengan meminjam gerobak pemilik bengkel meubel tadi, pria itu membawa lemari itu menuju rumahnya. Di perjalanan langkahnya terhenti tatkala seorang wanita yang sedang mendekorasi rumahnya yang baru menyapanya, dan ingin sekali membeli lemari itu seharga sembilan ratus ribu rupiah. Lelaki itupun setuju dan ia mengembalikan gerobak yang dipinjamnya, lalu pulang dengan uang yang sangat dibutuhkan keluarganya. Saat dekat dengan rumahnya, pria itu berhenti untuk menghitung kembali uang yang ada disakunya tetapi tiba-tiba seseorang merampas semua uang itu dengan menggunakan motor langsung tancap gas tanpa sedikitpun melukainya. Istri pria itu tanpa sengaja melihat kejadian perampasan itu dan segera berlari mendekati suaminya seraya berkata, ”Pak, apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil orang tadi Pak?” Pria itu tersenyum dan berkata; ”O... bukan apa-apa kok, hanya sebuah koin kuno yang kutemukan tadi pagi.”
Hmmhh.... Berapa banyak yang telah kita terima selama hari-hari yang kita lalui? Mungkin sebagian bisa kita tabung, tapi sebagian lagi malah rugi karena perekonomian yang semakin sulit.
Sepenggal cerita tadi pas banget dengan apa yang barusan aku baca sore tadi dengan sebuah firman. “ Dengan telanjang aku akan keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali kedalamNya. Setidaknya hatiku hanya melekat pada Tuhan, bukan kepada harta, karena aku percaya Dia bertanggung jawab memelihara orang-orang yang ku kasihi...
Dan aku senantiasa akan bersyukur untuk berkat serta peliharaanNya sepanjang hidupku. Dan kuserahkan hidupku selanjutnya kedalam tanganNya.
Senin
Konflik Serta Musuh Dalam Kehidupan Pernikahan
Pernikahan di dunia ini tidak ada yang terbebas dari masalah . Masalah bisa datang dari dalam maupun dari luar pernikahan itu sendiri. Kualitas masalah tidak selalu sama dalam setiap pernikahan, ada yang ringan ada pula yang sulit diselesaikan. Bahkan ada juga pernikahan yang kandas ditengah perjalanan, mengalami perpecahan dengan jalan bercerai. Tentu saja hal ini disebabkan oleh sifat ke-ego-an manusia , keterbatasan sebagai manusia yang punya kekurangan dan kelebihan, serta pemerosotan kualitas hidup manusia dari waktu ke waktu apalagi kehidupan yang boleh dibilang menjelang akhir jaman ini.
Masalah konflik
Konflik dalam kehidupan pernikahan tidak bisa terhindari , semua keluarga yang telah menikah pasti pernah mengalami dan menghadapi konflik bahkan dapat dikatakan merupakan bagian dalam kehidupan pernikahan. Hanya bagaimana cara menghadapi dan memecahkan konflik dalam rumah tangga yang merupakan suatu seni dalam kehidupan pernikahan itu.
Hidup manusia yang terus menerus berada dalam perubahan sesuai dengan waktu dan perkembangan jaman . Maka sangatlah wajar apabila dalam berinteraksi dengan sesama kita sering mengalami benturan atau konflik , karena adanya perbedaan terjadi. Konflik dapat diartikan sebagai keadaan dimana dua atau lebih orang tinggal berdekatan dan saling bersinggungan. Apalagi bila sejak menikah tidak seatap dengan pasangan hidup kita, tentu saja akan mudah terjadi konflik, bahkan pertengkaran.
Sebenarnya konflik itu bukanlah dosa, tetapi dapat melahirkan dosa apabila tidak diatasi secara kreatif. Terus apa yang harus dilakukan biar konflik ini tidak membawa kedalam dosa, bagaimana caranya?
Pertama, memahami penyebab konflik itu sendiri
- Adanya perbedaan pria dan wanita dalam setiap sel tubuh. Perbedaan dalam kombinasi kromosom adalah penyebab utama dari munculnya perubahan sifat kelaki-lakian dengan kewanitaan.
- Dalam beberapa hal wanita memiliki fungsi penting yang tidak dimiliki laki-laki, misalnya; masa haid, kehamilan dan menyusui. Hal ini mempengaruhi perilaku dan perasaanya, tentu laki-laki tidak.
- Kebanyakan wanita lebih banyak berbicara menggunakan perasaan, namun laki-laki lebih banyak berbicara menggunakan rasionya.
- Perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial yang membentuk kepribadian masing-masing sebelum keduanya mengikat diri dalam suatu pernikahan.
- Perbedaan temparemen yang dimilikinya yaitu sifat bawaannya.
- Perbedaan dari segi kedewasaan rohani, kalu sesama seiman, tetapi bisa jadi berbeda dalam hal keyakinan iman.
Dalam keluarga , konflik bisa juga terjadi karena ada musuh-musuh yang bisa saja muncul dalam keluarga itu sendiri maupun yang berasal dari luar keluarga tersebut. Musuh itu antara lain:
- Adanya campur tangan pihak ketiga, biasanya mertua atau saudara ipar.
- Tidak mempunyai keturunan yang menyebabkan keluarga itu merasa hampa dan tidak bahagia.
- Kemiskinan atau hutang piutang karena kesalahan dalam pengolahan keuangan.
- Antara harapan dan keyakinan yang tidak sesuai (ingin punya mobil, rumah , perabotan lain yang mewah justru penghasilan tidak sesuai dengan harapannya).
- Pornografi, perjundian, pemadat dan peminum serta pemakai obat-obatan terlarang.
- Perselingkuhan.
- Hobby pribadi yang mengabaikan tanggung jawab keluarga.
- Penggunaan kuasa kekgelapan.
Kedua , bagaimana menghadapinya.
Apabila suami istri telah menemukan apa yang menjadikan konflik serta mengenali musuh pernikahan yang membelenggunya, Maka suami istri harus mulai membicarakan secara terbuka, mulailah belajar untuk menerima dan menhargai adanya perbedaan yang hakiki dalam diri wanita dan laki-laki. Suami istri setidaknya memberikan waktu khusus untuk saling dapat mengenal dan memahami secara lebih dalam .
Maka kalau ada konflik sebaiknya secepatnya dibicarakan dan selesaikan sebelum konflik itu berlarut menjadi masalah yang lebih serius . Ingat terjadinya konflik dalam pernikahan merupakan suatu proses pengenalan dan pemahaman diri yang baik terhadap masing-masing individu tetapi sekaligus menjadi tempat untuk memproses kedewasaan dalam berpikir, berbicara dan berperilaku terhadap pasangan.
Ketiga , berdoa dan berserah penuh kepada Tuhan.
Dalam menghadapi konflik dalam do’a setidaknya akan membawa lebih baik untuk mengatasi masalah, Bukan hal tidak mungkin doa orang yang benar akan besar kuasanya untuk dapat terkabul.
Konklusi
Hal yang perlu dilakukan untuk menolong pernikahan yang bermasalah dalam menghadapi konflik atau menghadapi musuh-musuh pernikahan maupun perbedaan yang ada . Langkah apa yang harus dilakukan?
- Mendampinginya, dengan cara menjadi penasehat atau mentor dalam penyelesaian masalahnya serta meninjaaunya berdasarkan prinsip agama.
- Membangun kehidupan spiritual yang sehat serta komunikasi keluarga yang harmonis dan terbuka . Ajak keluarga tersebut untuk berdoabersama-sama. Supaya rumah tangga itu dapat bertahan dalam menghadapi goncangan serta kuat melewati masa-masa yang sulit.
- Mulailah menolong rumah tangga tersebut tentang bagaimana berperilaku proaktif dalam menghadapi masalah berdasarkan prinsip-prinsip keimanan.
- Mengajak melakukan kegiatan –kegiatan yang positip dimana pada akhirnya dapat menolong rumah tangga mereka dalam memecahkan masalahnya.
Yang terpenting adalah ada niat dan mengubah sikap hidup, maka masalah seberat apapun , serumit apapun atau perbedaan prinsip yang sangat jauhpunniscaya dapat diatasi dengan baik. Kebanyakan kegagalan ini tidak adanya keinginan untuk saling mengampuni dan merendahkan diri

