Sabtu
Pria dan Wanita
Perbedaan gender juga nampak pada gaya komunikasi. Umumnya pria berbicara untuk menyampaikan informasi atau laporan (report talk). Fokus pembicaraan seorang pria adalah pada pemecahan masalah, pemaparan fakta , goal oriented dan sedikit brtanya untuk meminta bantuan atau petunjuk. pPria juga cenderung kompetitif. saat berkumpul, pria suka bercakap-cakap tentang berbagai benda, bisnis, olahraga, makanan atau apapun yang membuatnya bisa tampil ok.
Berbeda dengan kaum pria, perempuan biasanya cenderung lebih suka berbicara tentang orang, seperti anak, keluarga, rekan kerja atau siapapun yang bisa dijadikan sebagai bahan perbincangan. Itulah sebabnya wanita suka senang mengungkapkan perasaannya, relationship oriented dan dengan cepatnya bertanya untuk memperoleh bantuan atau petunjuk. Mereka berbicara untuk mendapatkan informasi dan untuk menjalin hubungan (raport talk).
Apakah ada perbedaan otak pri a dan wanita? Otak pria sangat spesialisasi, menggunakan bagian spesifik pada satu hemisfer atau lainnya untuk menyelesaikan tugas spesifik. Sementara otak wanita lebih diffuse dan menggunakan porsi yangsignifikan pada kedua belahan hemisfer untuk tugas beragam. Wanita melihat sesuatu dalam gambaran yang luas dan detail, mampu membagi perhatiannya pada variasi tugas dan aktivitas.
Seorang pria sepulang kerja ingin dia lebih rilek dia duduk dikursi sambil membaca koran dan setidaknya tidak peduli dengan sekelilingnya, hal ini karena otaknya bekerja spesifik pada satu hal. Tetapi istrinya bisa melakuka yang berbeda , sambil menyeduh teh sang istri mengobrol dengan temanya melalui telpon genggamnya dan secara mendadak ia berbicara pada suami. Hal ini sangat biasa bagi wanita, karena otaknya bisa bekerja dalam satu bersamaan.
Otak wanita memungkinkannya melakukan banyak tugas yang saling berhubungan dalam waktu tertentu, sebaliknya pria seakan otaknya memiliki filling kabinet yang khusus untuk menempatkan masing-masing "file". Pria cenderung melakukan suatu pekerjaan dalam satu waktu tertentu. Pria bisa melakukan sesuatu tanpa melibatkan perasaannya, tetapi wanita tidak demikian. Wanita bisa sangat terlibat secara emosional ketika melakukan sesuatu sehingga dalam waktu yang bersamaan dia akan melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.
Melihat beberapa perbedaan kaum Adam dan kaum Hawa diatas, akan memunculkan masalah sekaligus kesempatan. Masalah mincul kalau perbedaan dipertentangkan dan ego menjadi panglima, tetapi perbedaan tersebut justru menjadi kesempatan besar jika keduanya saling bersinergi membangun bersama-sama. Keluarga adalah adalah tempat pertama diman Tuhan memberi tempat agar terjadi suatu sinergi yang harmonis antara pria dan wanita untuk mempersiapkan generasi yang perkasa di bumi ini.
Kegagalan dalam banyak pernikahan terjadi karena suami istri mengedepankan egonya masing-masing dan menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik. akibatnya sangat fatal, anak-anak yang akan terkena dampak buruk dan akhirnya menjadi generasi yang lemah dan terluka.
Minggu
Bank Kaum Miskin
Ada sebuah buku berjudul "Banker to the Poor", yang berkisah mengenai kegigihan dan pergulatan prinsip dari seorang Muhammad Yunus dalam memberantas kemiskinan di negaranya selama lebih dari 30 tahun melalui kredit mikro. Ia seorang akademisi, lulusan terbaik dari perguruan tinggi di Amerika serikat. Perjuangan keras Yunus telah membuahkan hasil yang lebih dari sepadan : hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006 untuk Muhammad Yunus dan Grameen Bank yang didirikannya. Pemberian nobel perdamaian bagi seorang dosen ekononi terbilang langka, namun memberikan pesan penting ke seluruh dunia yang sedang dilanda isu terorisme, bahwa kemiskinanlah akar masalah dari peperangan dan konflik yang terjadi di dunia ini.
Agaknya filosofi pendidikan di Amerika telah menjadi spirit perjuangan Muhammad Yunus dalam mengentaskan kemiskinan melalui Grameen Bank. Diawali dari kegelisahannya sebagai seorang dosen di Universitas Chittagong. Setiap hari, ia melihat orang melarat disekitar jalan yang dilalui saat akan mengajar. Ia merenungkan, betapa teori-teori yang diajarkan di ruang kelas tidak berdaya dalam menghadapi bencana kemiskinan dan kelaparan yang melanda Bangladesh pada tahun 1974. Juga terhadap kemiskinan disebuah desa Jobra, yang berada di lokasi sekitar lingkungan universitas. Kegelisahannya kian bertambah ketika menemukan fakta bahwa seorang wanita Desa Jobra menjadi budak belian kepada seorang rentenir, hanya disebabkan oleh pinjaman uang sebesar kuarang dari US$1. Kenyataan pahit itu, bahwa hidup dan mati seseorang hanya ditentukan oleh sejumlah "coin", hal ini mendorong Yunus untuk menemukan cara-cara baru untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan Bangladesh.
Perlu ada terobosan penyelesaian masalah secara struktural dan berkelanjutan. diantara beberapa solusinya adalah dengan memberikan kredit usaha bagi kaum miskin melalui lembaga perbankan. Namun disinilah inti permasalahannya : Bank tidak memberikan kredit bagi mereka yang tidak memiliki jaminan, karena resiko tidak dibayar yang sangat besar. Dengan demikian, kaum paling miskin adalah golongan yang sangat membutuhkan akses kredit bank.
Tantangan terberat Yunus adalah membalik paradikma yang dianut para bankir konvensional, tidak hanya di Bangladesh tapi diseluruh dunia. Sebenarnya, Kaum miskin punya alasan untuk mengembalikan pinjaman, yaitu untuk mendapatkan pinjaman lagi dan melanjutkan hidup keesokan harinya. Jadi menurut Yunus, jaminan terbaik kaum miskin adalah nyawa mereka!
Yunus tidak pernah menyerah untuk membuktikan keyakinannya tersebut meskipun menhadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Pada tahun 1983, Yunus berhasil mendirikan Grameen Bank (Bank Pedesaan), sebagai antitesa dari pendekatan yang digunakan sistem perbankan konvensional. Antitesa tersebut tercermin dalam strategi yang diterapkan Grameen Bank yang sangat bebeda dengan bank konvensional; memberikan kredit tanpa jaminan dan berbunga rendah kepada mereka yang termikiskin dari golongan miskin, sistem cicilan setiap hari sehingga tidak memberatkan saat jatuh tempo, menciptakan birokrasi yang simpel namun inovatif sehingga walau kaum buta huruf juga dapat berhubungan dengan bank, mengkhususkan diri pada nasabah kaum perempuan, membentuk kelembagaan berupa kelompok lima, menjadikan nasabah juga sebagai pemegang saham dan komisaris dan sebagainya.
Yunus memberikan kredit yang pertama dan diutamakan adalah kaum wanita. Karena kaum wanita dianggapnya "pahlawan" bagi keluarga. Jika kaum pria memperoleh uang (baca; kredit), kemungkinan besar oleh mereka akan menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dan banyak dibelanjakan untuk kebutuhan sendiri. Seperti rokok, minuman dan lain-lain. Karena itu Muhammad Yunus menjadikan perempuan sebagai nasabah merupakan strategi yang sangat menarik.
Pembentukan "tanggungrenteng" dalam bentuk "kelompok lima" juga merupakan kunci lain bagi keberhasilan program kredit Grameen Bank. Para nasabah diwajibkan membuat kelompok 5 hingga 6 orang.
Jika seseorang tidak mampu atau tidak bisa mengembalikan pinjamannya, kelompoknya akan dianggap tidak layak memperoleh kredit yang lebih besar di tahun berikutnya sampai masalah pembayaran bisa ditanggulangi. Dengan cara ini, tercipta insentif yang sangat kuat bagi peminjam untuk saling membantu memecahkan masalah dan mencegah terjadinya masalah. Sistem ini juga mendorong tanggung jawab pribadi yang besar untuk mengembalikan pinjaman.
Upaya yang dilakukan Yunus membuahkan hasil yang spektakuler. Program kredit mikro Grameen Bank, yang bermula dari proyek kecil di desa Jobra, saat ini telah berkembang dan menjangkau lebih dari tujuh juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh, 97% diantaranya perempuan. Grameen Bank telah memperoleh pengakuan dari pemerintah Bangladesh dan telah dipayungi dengan Undang-undang. Pola yang dilakukan Grameen Bank juga telah diadaptasi oleh seratus negara di lima benua. Layanan yang diberikan saat ini sangat beragam, meliputi kredit bebas agunan untuk mata pencaharian, perumaham, sekolah, dan usaha mikro untuk keluarga miskin. Grameen Bang juga menawarkan progra yang atraktif, dana pensiun, dan asuransi untuk para anggotanya. Bahkan kredit perumahan telah dipakai untuk membangun 640.000 rumah yang dimiliki secara legal oleh kaum perempuan. Secara kumulatif, Grameen Bank telah memberikan kredit sekitar US$6 miliar dengan tingkat pengembalian 99% dan telah mampu mengangkat 58% nasabah dari garis kemiskinan. Dengan fakta-fakta ini, Yunus telah membuktikan, bahwa premis kaum miskin tak mungkin bisa berdaya menghadapi kemiskinan adalah salah. Yang benar kaum miskin jika diberi kepercayaan dan kesempatan mereka akan bisa mengubah nasibnya.
Sayapun yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial dan ekonomi yang kita rancang sendiri, Tertulis dalam halaman 268 Kata Muhammad Yunus dalam pidato penerimaan hadiah nobel di Swedia.
Jumat
Tisu Bekas Di Jendela
Masalah tisu bekas sepertinya bukanlah masalah besar, artinya anak kecilpun bisa diminta untuk membereskannya. Namun, sebenarnya itu menyangkut masalah kepribadian seseorang. Ada beberapa hal yang bisa diperkirakan tentang pribadi seseorang yang membuang tisu bekas itu dijendela. bisa jadi dia adalah seorang yang sembrono dan ceroboh. Dia tidak berpikir bahwa bisa saja ada tamu yang akan melihat tisu bekas tersebut dan ini akan membuat malu banyak orang di perusahaan tersebut. Mungkin saja dia adalah seorang yang suka meremehkan hal-hal kecil. Dia berpikir bahwa itu hanya sebuah tisu bekas, masalah sepele, dan tidak akan berdampak besar. Mungkin juga dia seorang yang tidak bertanggung jawab. Dia berpikir bahwa orang lain bisa membereskan tisu bekas itu, terutama mereka yang bertugas kebersihan. dia sengaja membuang tisu bekas tersebut karena tidak mau itu akan mengotori tangannya. Bagaimanapun kepribadian orang tersebut, ini adalah sesuatu yang tidak benar. Tentang orang yang tidak setia pada perkara kecil apa mungkin dia akan dipercayakan terhadap perkara yang besar. Karena dalam hidup manusia akan diberikan perkara yang lebih besar kalau dia setia pada perkara-perkara yang kecil. dan menariknya akan mendapat upah dari kesetiaan itu. Seorang yang berhasil yang mengawali karir dari hal yang paling rendah hingga sampai kepuncak biasanya akan tetap setia dengan perkara yang kecil dan mungkin bisa dianggap orang lain sepele.
Banyak orang betapa mudahnya mengesampingkan suatu pekerjaan atau kegiatan karena menurutnya hal itu terlalu remeh. Tidak timbul rasa peduli dan tanggung jawab karena tetap menganggap hal itu perkara yang kecil.
Padahal jika demikian sebenarnya orang itu sedang menuju pada sebuah kegagalan besar.
Mampukah diriku untuk setia pada perkara kecil yang dipercayakan? Sebelum mendapat kepercayaan terhadap perkara yang lebih besar?
Siap tidaknya seseorang menerima perkara besar bisa dilihat dari setia tidaknya dia terhadap perkara becil.
Rabu
Dengan telanjang aku akan keluar
Untuk dapat menjalani hidup yang berat dengan langkah yang ringan, ibuku selalu memegang filosofi, “Kalau uang habis tidak menjadi masalah, rejeki yang baru akan datang; Kumis yang telah dicukur habis, pasti akan tumbuh kembali!”
Seorang pria keluar dari rumahnya dengan hati yang gusar, ia berjalan tanpa tujuan yang jelas. Kondisi keuangannya sangat sulit karena beberapa saat dia menganggur. Sementara tetangganya sibuk membeli kebutuhan tersiernya, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.
Ketika menyusuri jalanan yang sepi, matanya melihat sebuah koin. Setelah memperhatikan, ternyata itu hanyalah sebuah koin kuno. Ia mengambilnya dan atas anjuran petugas bank yang ditemuinya, ia membawa ke kolektor uang kuno. Kolektor uang kuno membeli koin itu tiga ratus ribu rupiah. Pria itu begitu senang dan memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap uang tersebut. Ketika melewati sebuah toko kayu, ia melihat beberapa lembar kayu berkualitas bagus yang sedang diobral. Dia berniat akan membuat beberapa rak dengan kayu yang akan dibelinya. Kemudian pria itu pulang sambil memanggul kayu tersebut, tetapi langkahnya terhenti waktu melewati sebuah bengkel meubel. Pemilik bengkel itu tertarik dengan kayu yang dibawanya dan bersedia membayar kayu itu seharga lima ratus lima puluh ribu rupiah, atau menukarnya dengan meubel yang sudah jadi. Pria itu kemudian tertarik dengan sebuah lemari yang menurutnya sangat diingini istrinya, dan ia pun memilih untuk menukar kayu tadi dengan lemari. Dengan meminjam gerobak pemilik bengkel meubel tadi, pria itu membawa lemari itu menuju rumahnya. Di perjalanan langkahnya terhenti tatkala seorang wanita yang sedang mendekorasi rumahnya yang baru menyapanya, dan ingin sekali membeli lemari itu seharga sembilan ratus ribu rupiah. Lelaki itupun setuju dan ia mengembalikan gerobak yang dipinjamnya, lalu pulang dengan uang yang sangat dibutuhkan keluarganya. Saat dekat dengan rumahnya, pria itu berhenti untuk menghitung kembali uang yang ada disakunya tetapi tiba-tiba seseorang merampas semua uang itu dengan menggunakan motor langsung tancap gas tanpa sedikitpun melukainya. Istri pria itu tanpa sengaja melihat kejadian perampasan itu dan segera berlari mendekati suaminya seraya berkata, ”Pak, apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil orang tadi Pak?” Pria itu tersenyum dan berkata; ”O... bukan apa-apa kok, hanya sebuah koin kuno yang kutemukan tadi pagi.”
Hmmhh.... Berapa banyak yang telah kita terima selama hari-hari yang kita lalui? Mungkin sebagian bisa kita tabung, tapi sebagian lagi malah rugi karena perekonomian yang semakin sulit.
Sepenggal cerita tadi pas banget dengan apa yang barusan aku baca sore tadi dengan sebuah firman. “ Dengan telanjang aku akan keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali kedalamNya. Setidaknya hatiku hanya melekat pada Tuhan, bukan kepada harta, karena aku percaya Dia bertanggung jawab memelihara orang-orang yang ku kasihi...
Dan aku senantiasa akan bersyukur untuk berkat serta peliharaanNya sepanjang hidupku. Dan kuserahkan hidupku selanjutnya kedalam tanganNya.

