![]() |
| gambar dari http://myexwifesweddingdress.com/ |
Ingin melihat contoh konyol seorang yang hidupnya didorong oleh kemarahanya? Telegraph (24/05/2010) melansir tentang seorang pria yang telah bercerai dan ingin balas dendam terhadap mantan istrinya yang telah mencampakkannya dengan menciptakan sebuah blog "My ex wifes wedding dress" dengan mengekplorasi pakaian dalam dan gaun pengantin yang pernah dikenakan mantan istrinya.
Pria yang bernama Kevin Cotter tersebut sangat hancur hatinya, ketika perempuan yang dicintainya sejak di bangku sekolah dan telah membina rumah tangga dengannya selama 12 tahun kemudian pergi meninggalkannya.
Istrinya meninggalkan rumah yang mereka tempati bersama, di Tuscon, Arizona AS dan membawa semua miliknya, kecuali gaun pengantin warna putih dengan ukiran mutiara. Istrinya tersebut mengatakan, bahwa suaminya bebas menggunakan gaun tersebut untuk apa saja.
Dalam kehancuran hatinya
kemudian Cotter memutuskan untuk membuat blog dengan menuliskan 101 cara menggunakan gaun pengantin bekas. Sejauh ini telah membuat 23 daftar, dari alas untuk yoga hingga menjadikannya sebagai saringan pasta. Dia bahkan menggunakan gaun itu untuk kompres es, lompat tali dan bahkan menjadi spanduk untuk olahraga.
Cotter mengaku, mantan istrinya itu tahu apa yang dikerjakannya dan memintanya untuk menghentikan hal tersebut, tapi Cotter menolaknya, bahkan pengunjung blognya bertambah dan memerikan ratusan komentar dan saran bagaimana menggunakan gaun tersebut. Salah seorang pengunjung bahkan menyarankan menggunakan gaun tersebut untuk menyumbat minyak yang bocor di Teluk Meksiko.
Dengan nada pedih Cotter berkata, Tidak ada sesuatu yang menyenangkan mengenai perceraian. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan juga menciptakan hal kreatif untuk menggunakan pakaian ini."
Perceraian, perpecahan dan segala pertikaian yang tidak diselesaikan dengan damai sejahtera akan menghancurkan hati. Dari kehancuran hati akan melahirkan kemarahan yang berkepanjangan. Dan akhirnya kemarahan akan memperbudak orang yang memeliharanya. Sangat menyakitkan dan menyedihkan. Saya berharap Anda bukan salah satu dari orang yang seperti ini.
