Untuk dapat menjalani hidup yang berat dengan langkah yang ringan, ibuku selalu memegang filosofi, “Kalau uang habis tidak menjadi masalah, rejeki yang baru akan datang; Kumis yang telah dicukur habis, pasti akan tumbuh kembali!”
Seorang pria keluar dari rumahnya dengan hati yang gusar, ia berjalan tanpa tujuan yang jelas. Kondisi keuangannya sangat sulit karena beberapa saat dia menganggur. Sementara tetangganya sibuk membeli kebutuhan tersiernya, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.
Ketika menyusuri jalanan yang sepi, matanya melihat sebuah koin. Setelah memperhatikan, ternyata itu hanyalah sebuah koin kuno. Ia mengambilnya dan atas anjuran petugas bank yang ditemuinya, ia membawa ke kolektor uang kuno. Kolektor uang kuno membeli koin itu tiga ratus ribu rupiah. Pria itu begitu senang dan memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap uang tersebut. Ketika melewati sebuah toko kayu, ia melihat beberapa lembar kayu berkualitas bagus yang sedang diobral. Dia berniat akan membuat beberapa rak dengan kayu yang akan dibelinya. Kemudian pria itu pulang sambil memanggul kayu tersebut, tetapi langkahnya terhenti waktu melewati sebuah bengkel meubel. Pemilik bengkel itu tertarik dengan kayu yang dibawanya dan bersedia membayar kayu itu seharga lima ratus lima puluh ribu rupiah, atau menukarnya dengan meubel yang sudah jadi. Pria itu kemudian tertarik dengan sebuah lemari yang menurutnya sangat diingini istrinya, dan ia pun memilih untuk menukar kayu tadi dengan lemari. Dengan meminjam gerobak pemilik bengkel meubel tadi, pria itu membawa lemari itu menuju rumahnya. Di perjalanan langkahnya terhenti tatkala seorang wanita yang sedang mendekorasi rumahnya yang baru menyapanya, dan ingin sekali membeli lemari itu seharga sembilan ratus ribu rupiah. Lelaki itupun setuju dan ia mengembalikan gerobak yang dipinjamnya, lalu pulang dengan uang yang sangat dibutuhkan keluarganya. Saat dekat dengan rumahnya, pria itu berhenti untuk menghitung kembali uang yang ada disakunya tetapi tiba-tiba seseorang merampas semua uang itu dengan menggunakan motor langsung tancap gas tanpa sedikitpun melukainya. Istri pria itu tanpa sengaja melihat kejadian perampasan itu dan segera berlari mendekati suaminya seraya berkata, ”Pak, apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil orang tadi Pak?” Pria itu tersenyum dan berkata; ”O... bukan apa-apa kok, hanya sebuah koin kuno yang kutemukan tadi pagi.”
Hmmhh.... Berapa banyak yang telah kita terima selama hari-hari yang kita lalui? Mungkin sebagian bisa kita tabung, tapi sebagian lagi malah rugi karena perekonomian yang semakin sulit.
Sepenggal cerita tadi pas banget dengan apa yang barusan aku baca sore tadi dengan sebuah firman. “ Dengan telanjang aku akan keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali kedalamNya. Setidaknya hatiku hanya melekat pada Tuhan, bukan kepada harta, karena aku percaya Dia bertanggung jawab memelihara orang-orang yang ku kasihi...
Dan aku senantiasa akan bersyukur untuk berkat serta peliharaanNya sepanjang hidupku. Dan kuserahkan hidupku selanjutnya kedalam tanganNya.